UTU Gelar ICOSPALL 2026, Hadirkan Pembicara dari Malaysia, Bangladesh, hingga Thailand

UTU – Komunikanews | Pelaksanaan International Conference on Social Politics, Administration, Law, and Language (ICOSPALL) 2026 berlangsung khidmat dan penuh antusiasme pada Kamis, 27 Agustus 2026, berlokasi di Auditorium GKT U2C Universitas Teuku Umar (UTU).

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, disusul persembahan Tarian Peumulia Jamee oleh Dwintara Sos Group, pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ir. Khairul Hadi, S.T., M.T., serta pembacaan doa oleh M. Nasir, S.Pd.I., MA. Sesi dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” dan lagu daerah “Aceh Meusuhu” yang dipimpin oleh dirigen Faras Nadila. Setelah itu, kata sambutan disampaikan oleh Ketua ICOSPALL 2026, Assoc. Prof. Firman Parlindungan, Ph.D., dilanjutkan pidato pembukaan resmi oleh Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd. Rangkaian pembukaan diakhiri dengan penyerahan plakat penghargaan serta sesi foto bersama, sebelum memasuki Sesi Keynote, Sesi Panel, dan ditutup dengan pengumuman Best Presenter oleh Ketua ICOSPALL 2026.

Materi pembuka disampaikan melalui sambutan Ketua ICOSPALL 2026, Assoc. Prof. Firman Parlindungan, Ph.D., yang menyampaikan apresiasi atas antusiasme peserta dari berbagai daerah yang hadir mengikuti konferensi ini. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh Rektor Universitas Teuku Umar, Prof. Dr. Nyak Amir, M.Pd., yang secara resmi membuka pelaksanaan ICOSPALL 2026 sekaligus menegaskan komitmen UTU dalam mendorong kajian ilmiah di bidang sosial, politik, administrasi, hukum, dan bahasa.

Usai sesi pembukaan, Rektor bersama Ketua ICOSPALL, para keynote speaker, dan Dekan FISIP UTU, Basri, S.H., M.H., naik ke atas panggung untuk menerima plakat kehormatan yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Moderator, Veni Nella Syahputri, S.Pd., M.Pd., turut diperkenalkan pada sesi ini sebelum memandu jalannya diskusi ilmiah pada sesi berikutnya.

Usai sesi pembukaan, Rektor bersama Ketua ICOSPALL, para keynote speaker, dan Dekan FISIP UTU, Basri, S.H., M.H., naik ke atas panggung untuk menerima plakat kehormatan yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Moderator, Veni Nella Syahputri, S.Pd., M.Pd., turut diperkenalkan pada sesi ini sebelum memandu jalannya diskusi ilmiah pada sesi berikutnya.

Kegiatan berlanjut pada Sesi Keynote yang dipandu oleh Veni Nella Syahputri, S.Pd., M.Pd., menghadirkan tiga pembicara utama dari tiga negara berbeda. Pemaparan pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Azeem Fazwan dari Universiti Sains Malaysia, yang memaparkan gagasan utama dari tesis keynote-nya. Sesi dilanjutkan oleh Prof. Dr. Md. Asif Kamal dari American International University, Bangladesh, yang membawakan materi seputar kebudayaan dan bahasa. Mengangkat tema “The Untranslatable Self”, ia mengulas bagaimana bahasa turut membawa serta kata-kata khas suatu budaya yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa lain maupun bahasa yang lebih umum, sebelum melanjutkan pemaparan dengan tema “Rethinking Development” dan “Language: More Than Communication”. Sesi keynote ditutup oleh Prof. Dr. Samart Thongthua dari Prince of Songkla University, Thailand, yang memaparkan materi bertajuk “Islamic Soft Power for Sustainable Peace: The Southern Thailand Experience”. Ketiga pemaparan ini memantik diskusi hangat antarpeserta yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan.

Kegiatan berlanjut pada Sesi Keynote yang dipandu oleh Veni Nella Syahputri, S.Pd., M.Pd., menghadirkan tiga pembicara utama dari tiga negara berbeda. Pemaparan pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Azeem Fazwan dari Universiti Sains Malaysia, yang memaparkan gagasan utama dari tesis keynote-nya. Sesi dilanjutkan oleh Prof. Dr. Md. Asif Kamal dari American International University, Bangladesh, yang membawakan materi seputar kebudayaan dan bahasa. Mengangkat tema “The Untranslatable Self”, ia mengulas bagaimana bahasa turut membawa serta kata-kata khas suatu budaya yang sulit diterjemahkan ke dalam bahasa lain maupun bahasa yang lebih umum, sebelum melanjutkan pemaparan dengan tema “Rethinking Development” dan “Language: More Than Communication”. Sesi keynote ditutup oleh Prof. Dr. Samart Thongthua dari Prince of Songkla University, Thailand, yang memaparkan materi bertajuk “Islamic Soft Power for Sustainable Peace: The Southern Thailand Experience”. Ketiga pemaparan ini memantik diskusi hangat antarpeserta yang berasal dari berbagai latar belakang keilmuan.

Tidak hanya itu, Dr. Md. Asif Kamal menjelaskan tujuan utama dilakukannya acara ini berkaitan dengan krisis konflik perang yang sedang banyak terjadi, juga untuk mencapai pilar kedamaian dan kesejahteraan yang ideal, bukan yang bersifat sementara namun yang berkelanjutan, dengan melalui riset, tata kelola pemerintahan, hukum, dan komunikasi multidisiplin. 

“we have an urge, and desire getting out of this conflict, and live a peaceful life, not only temporary, but it should be sustainable, long term peaceful life and this conference combines peace and prosperity.” ujarnya saat diwawancarai.

Setelah rehat makan siang, agenda dilanjutkan dengan Sesi Panel yang berlangsung secara paralel di beberapa ruangan, yakni U2A 125, 128, 129, dan 130. Pada sesi ini, para pemakalah mempresentasikan hasil penelitian mereka secara bergiliran, dipandu oleh moderator panel yang bertugas di masing-masing ruang.

Menjelang penutupan, suasana kembali semarak dengan penampilan Tarian Swarnadwipa Gemilang oleh Dwintara Sos Group, disusul persembahan lagu hiburan dari Della, mahasiswi Jurusan Bahasa dan Kebudayaan Inggris, yang turut menghadirkan suasana santai usai seharian mengikuti diskusi ilmiah yang padat.

Rangkaian ICOSPALL 2026 diakhiri dengan pengumuman Best Presenter yang disampaikan langsung oleh Ketua ICOSPALL 2026, Firman Parlindungan, disertai penyerahan sertifikat penghargaan dan sesi foto bersama.

Pelaksanaan ICOSPALL 2026 resmi berakhir setelah seluruh rangkaian acara diselesaikan. Melalui konferensi ini, diharapkan lahir kolaborasi keilmuan yang lebih luas serta kontribusi nyata bagi pengembangan kajian sosial, politik, administrasi, hukum, dan bahasa di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : M.R. Shibran RA. | Foto : Istimewa

Related Posts

Yudisium Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UTU 2026 Berlangsung Sukses!

UTU – Komunikanews — Acara yudisium Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Teuku Umar (UTU) tahun akademik 2026 telah diselenggarakan dengan sukses dan meriah. Rangkaian seremoni yang formal ini menjadi…

Sambut Mahasiswa Baru, Prodi Ilmu Komunikasi UTU Buka PKKMB 2026 dan Dorong Prestasi Serta Integritas Akademik!

UTU – Komunikanews | Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Universitas Teuku Umar (UTU) resmi menyambut kedatangan mahasiswa baru melalui rangkaian kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tingkat prodi…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You Missed

Yudisium Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UTU 2026 Berlangsung Sukses!

Yudisium Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UTU 2026 Berlangsung Sukses!

UTU Gelar ICOSPALL 2026, Hadirkan Pembicara dari Malaysia, Bangladesh, hingga Thailand

UTU Gelar ICOSPALL 2026, Hadirkan Pembicara dari Malaysia, Bangladesh, hingga Thailand

Sambut Mahasiswa Baru, Prodi Ilmu Komunikasi UTU Buka PKKMB 2026 dan Dorong Prestasi Serta Integritas Akademik!

Sambut Mahasiswa Baru, Prodi Ilmu Komunikasi UTU Buka PKKMB 2026 dan Dorong Prestasi Serta Integritas Akademik!

Hari Ketiga PKKMB UTU: Tingkat Fakultas Bergulir, Maba FISIP Dibekali Wawasan Akademik hingga Mitigasi Bencana

Hari Ketiga PKKMB UTU: Tingkat Fakultas Bergulir, Maba FISIP Dibekali Wawasan Akademik hingga Mitigasi Bencana

Hari Kedua PKKMB, Ribuan Maba UTU Masih Penuh Semangat!

Hari Kedua PKKMB, Ribuan Maba UTU Masih Penuh Semangat!

Kuli Bangunan Ditemukan Meninggal Dunia, Rekan : “Almarhum Orangnya Ceria”

Kuli Bangunan Ditemukan Meninggal Dunia, Rekan : “Almarhum Orangnya Ceria”