Meulaboh – KomunikaNews | Seorang kuli bangunan yang biasa dipanggil Aki ditemukan meninggal dunia pada Selasa pagi (16/6/2026) di sebuah rumah yang ditempati para pekerja bangunan di Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat. Peristiwa tersebut mengejutkan rekan-rekan kerjanya karena korban dikenal sebagai sosok yang ramah dan ceria dalam kesehariannya
Menurut keterangan Adi Subandi, yang merupakan kepala tukang sekaligus rekan korban, peristiwa itu pertama kali diketahui saat dirinya bangun pada waktu subuh. Biasanya ia melaksanakan salat Subuh di masjid, namun pada pagi itu ia memilih tetap berada di rumah karena cuaca yang sedang hujan deras.
Saat turun dari tempat istirahatnya dan melewati area tidur para pekerja, Adi merasa heran karena korban yang biasanya masih tidur di jam itu, sudah tidak terlihat lagi di tempat tidurnya.
“saya pikir kemana ni anak, biasanya dia telpon telpon dibelakang. saya bersih bersihkan ini, tapi perasaan saya kok gak enak” ujar Adi
Meski berusaha menjalani aktivitas pagi seperti biasa, Adi mengaku merasakan firasat yang tidak enak sejak bangun tidur. Perasaan tersebut mendorongnya untuk memeriksa bagian belakang rumah yang mereka tempati.
Setibanya di lokasi belakang rumah, Adi mengaku terkejut bukan main ketika mendapati korban telah tergantung kaku tak bernyawa di struktur bangunan kayu. Penemuan tersebut membuat dirinya syok dan lemas.
“jam 6 shubuh saya tengok kebelakang, saya liat, astagfirullahaladzim, innalilahi.. saya syok, kemudian saya keatas lagi, saya bangunin kawan kawan, trus saya lapor” katanya.
Tak lama kemudian, aparat kepolisian bersama tim forensik (INAFIS) tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal. Setelah proses identifikasi selesai dilakukan, jenazah korban kemudian dievakuasi guna keperluan penyelidikan lebih lanjut.
“jadi sampai polisi datang, badannya sudah biru, badannya kaku gitu” ujarnya lagi
Hingga saat ini, penyebab pasti peristiwa tersebut masih dalam proses pendalaman oleh pihak berwenang. Berdasarkan keterangan rekannya, korban sempat beberapa kali membicarakan persoalan pribadi, namun tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa dirinya sedang mengalami masalah mental yang serius.
Adi mengatakan bahwa pada malam sebelum kejadian, korban masih bekerja bersama rekan-rekan lainnya seperti biasa. Mereka bahkan sempat berbincang bincang biasa.
“kami pun semua ya heran, kok anak seceria ini, kok sampai dia nekat gitu, padahal tadi malam pun kami masih duduk duduk di sini,” ungkapnya.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi rekan-rekan kerja korban. Mereka mengaku tidak menyangka kehilangan seseorang yang selama ini dikenal mudah bergaul dan selalu membawa suasana hangat di lingkungan kerja.
Hingga saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan seluruh fakta terkait kejadian tersebut serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi.
Editor : M.R. Shibran Ra. | Foto : Istimewa





