Regulasi Konten di Aceh: Sebenarnya Pembatasan atau Perlindungan?

Meulaboh – UTU | Podcast Peugah Haba kembali menghadirkan diskusi menarik dengan mengangkat topik “Content Regulation in Aceh: Prison or Protection” pada Jumat 10 April 2026 pukul 09.30 WIB. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Acik Nova, M.S.Sos, selaku Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh.

Dalam pemaparannya, Acik Nova menegaskan bahwa peran KPI tidak semata – mata membatasi kebebasan dalam penyiaran. Namun, regulasi yang diterapkan justru bertujuan untuk melindungi masyarakat dari tayangan yang tidak layak atau tidak sesuai dengan norma yang berlaku.

“KPI itu bukan untuk membatasi kita dalam penyiaran maupun berkreativitas, tapi KPI itu menjaga kita agar tetap di jalur yang tepat,” ujarnya

Ia juga menyoroti perkembangan pesat platform digital yang kini semakin beragam. menurutnya Kondisi ini, melahirkan banyak individu kreatif yang aktif dalam dunia penyiaran dan produksi konten. Namun, kebebasan tersebut tetap perlu diimbangi dengan tanggung jawab dalam memahami aturan yang berlaku.

Dalam diskusi juga dibahas dinamika pro dan kontra terhadap regulasi KPI. Di satu sisi, terdapat masyarakat yang aktif berpartisipasi dengan melaporkan konten bermuatan SARA, Rasisme atau pelanggaran lainnya. Namun di sisi lain, tidak sedikit pula pihak yang menolak atau merasa keberatan dengan regulasi yang ada.

Acik Nova mengungkapkan bahwa tantangan terbesar KPI saat ini adalah mengatasi fenomena normalisasi terhadap hal-hal yang sebenarnya tidak sesuai dengan regulasi, Seperti konten yang menampilkan perilaku yang dianggap menyimpang dari norma, seperti penampilan laki – laki menyerupai perempuan atau sebaliknya, yang bahkan kerap mendapat dukungan melalui endorsement.

Menutup diskusi, ia berharap para kreator konten dapat terus berkarya tanpa melupakan Batasan dan aturan yang telah ditetapkan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta memilah konten yang dikonsumsi. Demikian podcast ini diharapkan menjadi ruang refleksi bagi masyarakat Aceh untuk memahami bahwa regulasi konten bukan hanya soal pembatasan, melainkan juga bentuk perlindungan di tengah arus digital yang semakin kompleks

Laporan : Selfa Rita | Editor : M.R. Shibran RA. | Foto : Spesial

  • Related Posts

    Dua Hari, Turnamen Ipelmanar Junjung Tinggi Sportivitas.

    Meureubo – Aceh Barat | Turnamen futsal yang diselenggarakan oleh Ipelmanar resmi dibuka pada Sabtu, 25 April 2026 di GOS Aceh Barat. Pembukaan kegiatan tersebut dilakukan oleh Asisten II Bupati Nagan…

    Kecelakaan Libatkan Mahasiswi dan Dua Siswa SMA di Jalan Alpen

    Alue Penyareng – Aceh Barat | Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Alpen, kawasan Alue Penyareng, pada Senin pagi, 13 April 2026. Insiden tersebut melibatkan dua unit sepeda motor, masing-masing dikendarai…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    You Missed

    Dua Hari, Turnamen Ipelmanar Junjung Tinggi Sportivitas.

    Dua Hari, Turnamen Ipelmanar Junjung Tinggi Sportivitas.

    Kecelakaan Libatkan Mahasiswi dan Dua Siswa SMA di Jalan Alpen

    Kecelakaan Libatkan Mahasiswi dan Dua Siswa SMA di Jalan Alpen

    Regulasi Konten di Aceh: Sebenarnya Pembatasan atau Perlindungan?

    Regulasi Konten di Aceh: Sebenarnya Pembatasan atau Perlindungan?

    Antusias dalam Menyambut Bulan Suci, Warga Aceh Barat Penuhi Pasar

    Antusias dalam Menyambut Bulan Suci, Warga Aceh Barat Penuhi Pasar

    Aliansi Peduli Banjir Aceh Salurkan Bantuan Perlengkapan Pendidikan bagi Anak-anak Terdampak Banjir

    Aliansi Peduli Banjir Aceh Salurkan Bantuan Perlengkapan Pendidikan bagi Anak-anak Terdampak Banjir

    FISIP UTU, Komunitas Bintang Kecil, Daratan Samudera serta RPMM (Relawan Petani Muda Milenial) Gelar Kegiatan Psikososial dan Penyaluran Donasi bagi Korban Banjir di Desa Canggai Pante Ceureumen, Aceh Barat

    FISIP UTU, Komunitas Bintang Kecil, Daratan Samudera serta RPMM (Relawan Petani Muda Milenial) Gelar Kegiatan Psikososial dan Penyaluran Donasi bagi Korban Banjir di Desa Canggai Pante Ceureumen, Aceh Barat