Aceh Barat – UTU | Mahasiswa Ilmu Komunikasi UTU dalam rangka pengabdian di Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Aceh Barat, berkunjung dan melihat langsung lokasi kebakaran (karhutla) di desa Kuta Padang, kecamatan Bubon, Aceh Barat yang sedang terjadi pada Kamis 4 Juni 2026 lalu.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi di lapangan serta proses penanganan kebakaran yang telah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Tim mahasiswa turut berinteraksi dengan petugas BPBD yang masih melakukan pemantauan di area terdampak.
Setibanya di lokasi, mahasiswa bersama petugas BPBD meninjau sejumlah area yang sebelumnya terdampak kebakaran. Meskipun masih terlihat bekas lahan yang hangus terbakar, kondisi di lokasi secara umum telah jauh lebih terkendali dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Petugas juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api baru yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Aceh Barat, Mashuri, menjelaskan bahwa kebakaran telah berlangsung selama kurang lebih satu minggu sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim di lapangan.
“Kebakarannya sudah terjadi kurang lebih seminggu dan sekarang udah mulai terkontrol dan mereda” ujar Mashuri
Salah satu petugas BPBD di lapangan juga mengkonfirmasi bahwa sejumlah titik api sudah tertangani. Menurutnya, proses penanganan kebakaran melibatkan berbagai pihak yang bekerja sama untuk mencegah penyebaran api ke area yang lebih luas. Kondisi cuaca dan karakteristik lahan menjadi salah satu tantangan yang dihadapi petugas selama proses penanganan berlangsung.
Meski demikian, penyebab kebakaran dan luas lahan gambut yang terdampak kebakaran masih belum diketahui secara pasti. BPBD Aceh Barat masih melakukan pendataan dan identifikasi di lapangan untuk memperoleh informasi yang lebih akurat mengenai area yang terbakar serta dampak yang ditimbulkan.
Kegiatan kolaborasi antara mahasiswa Ilmu Komunikasi UTU dan BPBD Aceh Barat ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya komunikasi dalam situasi kebencanaan. Selain melihat langsung proses penanganan di lapangan, mahasiswa juga memperoleh wawasan mengenai koordinasi antarinstansi serta penyampaian informasi kepada masyarakat saat terjadi bencana.
Editor : M.R. Shibran Ra.




